Langsung ke konten utama

Menyusun Sistem Manajemen Kinerja

Banyak perusahaan memiliki masalah terkait dengan bagaimana melakukan pengelolaan atas Sistem Manajemen Unjuk Kerja dijalankan.  Salah satu masalah terbesar yang seringkali muncul adalah ketidaktercapaian dari taget perusahaan sedangkan target kinerha karyawan tercapai.  Mengapa hal tersebut dapat tercapai?

Salah satu masalah terbesar yang seringkali muncul adalah adanya kesalahan dalam penyusunan terkait dengan manajemen kinerja perusahaan tersebut.  Untuk dapat menyusun sistem manajemen kinerja,  ada baiknya perusahaan menjalankannya dengan pendekatan Malcom Baldrige.

Berikut ini adalah tahapan yang dapat dijalankan terkait dengan penerapan pendekatan yang dimaksud.

(1) Menyusun Strategi Perusahaan
Perusahaan menyusun strategi perusahaan untuk mencapai target yang disusun. Strategi ini adalah bentuk bagaimana perusahaan mencapai target yang akan dijalankan.  Tidak ada rumusan yabg sama antar setiap perusahaan.  Ada baiknya proses ini dijalankan sesuai dengan budget dan kemampuan dari perusahaan.

(2)Menetapkan Program Kerja Perusahaan
Memastikan bahwa program kerja dijalankan sesuai dengan strategi yang akan dilajukan.  Program harus dipastikan dijalankan sesuai dengan fungsi dari departemen tersebut.

(3) Menyusun Metode Pengukuran
Menetapkan metide pengukuran atas setiap ptogram.  Memastikan bahwa evaluasi dijalankan terkait dengan pencapaian tersebut.

Bagaimana dengan penyusunan Sistem Manajemen Kinerja dalam perusahaan Anda?  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan Sistem Manajemen SDM dalam perusahaan Anda.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengembangan Jalur Vertikal dan Horizontal

Bagaimana proses aplikasi dari pengembangan karir seseorang dijalankan dalam suatu jabatan yang sangat bersifat spesialistik. Proses pengembangan terhadap aplikasi karir itu sendiri dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan secara vertikal dan horizontal. Penetapan pengembangan status aplikasi horizontal juga akan meliputi konsep pengembangan karir ke arah manajerial dengan menambah ruang lingkup spesialistik yang ada menjadi ruang lingkup pengembangan kompetensi yang lebih luas dalam memahami bidang lainnya. Lalu bagaimana proses konsep pengembangan karir secara vertikal dan horizontal tersebut dijalankan. (1) Jalur karir vertikal Dijalankan dengan meningkatkan fungsi spesialistik dari individu yang ada, kondisi peningkatan jalur vertikal ini hanya dapat muncul apabila konsep pengembangan dari posisi dalam organisasi adalah menduduki konsep strategi fungsional, dimana aspek pengembangan dari komponen organisasi yang dijalankan lebih mendalam ke dalam peningkatan skill indiv...

Teknik Mengkomunikasikan Peraturan Perusahaan yang Tepat

Banyak perusahaan mengalami permasalahan mengenai proses mengkomunikasikan suatu peraturan kepada karyawannya. Masalah yang timbul bisa berasal dari sulitnya untuk membuat karyawan paham mengenai esensi peraturan untuk peningkatan nilai yang positif ke dalam bisnis dan bukannya sebagai bentuk pembatasan untuk meningkatkan kinerja atau performa yang ada dalam perusahaan. Lalu bagaimana proses yang paling tepat untuk melakukan proses sosialisasi yang dimaksudkan tersebut. Proses sosialisasi sebaiknya menggunakan suatu teknik komunikasi yang menggunakan pendekatan dari sisi identitas kematangan individu karyawan itu sendiri. Karyawan sebaiknya dibuat melihat bahwa peraturan perusahaan lebih memberikan konsep keadilan bukan untuk pembatasan. Artinya melihat bahwa peraturan memberikan efek untuk memberikan nilai reward dan punishment yang tepat. Proses sosialisasi juga harus melihat budaya perusahaan dalam mengelola suatu bentuk proses. Lakukan identifikasi dan teknis yang tepat se...

Arsitektur Human Resources dalam Perusahaan

Dalam mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan, adalah menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mampu menyeimbangkan antara tingkatan nilai yang dapat dicapai oleh SDM terkait dengan nilai yang diharapkan oleh perusahaan.  Semakin tinggi nilai yang menjadi kontribusi dari perusahaan, maka semakin tinggi nilai yang dimiliki oleh SDM tersebut. Sebaliknya, ketika nilai yang diberikan sebagai bentuk kontribusi terhadap perusahaan adalah rendah maka nilai yang dimiliki oleh SDM tersebut adalah rendah. Variabel lainnya yang menjadi pertimbangkan dalam proses penetapan terkait dengan keunikan SDM tersebut dalam perusahaan.  Semakin tinggi nilai keunikan yang dimiliki, menunjukkan bahwa posisi karyawan tersebut adalah khas dan penting dalam organisasi. Lalu bagaimana pola klasifikasi ditetapkan terkait dengan pengelompokan SDM tersebut. (1) Kelompok Pertama: Pekerja Kontrak Secara prinsip pekerja kontrak adalah type pekerja yang memiliki keunikan rendah dan kontribusi...