Langsung ke konten utama

Peranan SDM dalam Membangun Corporate Brand

Bagaimana langkah yang harus dibangun oleh perusahaan dalam membentuk corporate brand? Banyak perusahaan melupakan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan adalah penting dan signifikan dalam membentuk merk perusahaan.  Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dijalankan oleh perusahaan dalam menetapkan SDM ketika menyusun corporate brand.

Langkah pertama, Menetapkan Nilai Perusahaan yang termuat dalam Corporate Brand
Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat mendefinisikan nilai perusahaan dalam Corporate Brand seperti menetapkan nilai-nilai perusahaan.  Penetapan terkait atas atas nilai-nilai harus dijelaskan secara mendetail dalam pola kerja dan prilaku dari karyawan.

Langkah kedua, Mengembangakan Kode Etik Karyawan
Mengembangkan konsep kode etik dalam perusahaan adalah bagian penting dalam pemastian bahwa nilai-nilai terintegrasi dalam sistem.  Mengembangkan aspek etika dalam perusahaan tersebut menjadi penting untuk dapat diformulasikan dalam prilaku karyawan.

Langkah ketiga, Menyusun Sistem Operasional yang efektif
Menetapkan Sistem Operasional yang tepat dibutuhkan untuk menjaga alir proses konsisten dengan nilai yang telah disusun.  Sistem operasional harus secara efektif dapat terverifikasi dan dijalankan dalam perusahaan.

Langkah keempta, Proses Desain Kamus Kompetensi
Ada baiknya dari nilai-nilai yang ditetapkan tersebut, perusahaan mendeskripsikan dalam bentuk karakter kompetensi utama yang harus dimiliki oleh karyawan.  Penetapan nilai kompetensi harus dipastikan terukur dan terevaluasi.

Bagaimana proses pembangunan corporate brand dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pengembangan merk perusahaan yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengembangan Jalur Vertikal dan Horizontal

Bagaimana proses aplikasi dari pengembangan karir seseorang dijalankan dalam suatu jabatan yang sangat bersifat spesialistik. Proses pengembangan terhadap aplikasi karir itu sendiri dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan secara vertikal dan horizontal. Penetapan pengembangan status aplikasi horizontal juga akan meliputi konsep pengembangan karir ke arah manajerial dengan menambah ruang lingkup spesialistik yang ada menjadi ruang lingkup pengembangan kompetensi yang lebih luas dalam memahami bidang lainnya. Lalu bagaimana proses konsep pengembangan karir secara vertikal dan horizontal tersebut dijalankan. (1) Jalur karir vertikal Dijalankan dengan meningkatkan fungsi spesialistik dari individu yang ada, kondisi peningkatan jalur vertikal ini hanya dapat muncul apabila konsep pengembangan dari posisi dalam organisasi adalah menduduki konsep strategi fungsional, dimana aspek pengembangan dari komponen organisasi yang dijalankan lebih mendalam ke dalam peningkatan skill indiv...

Teknik Mengkomunikasikan Peraturan Perusahaan yang Tepat

Banyak perusahaan mengalami permasalahan mengenai proses mengkomunikasikan suatu peraturan kepada karyawannya. Masalah yang timbul bisa berasal dari sulitnya untuk membuat karyawan paham mengenai esensi peraturan untuk peningkatan nilai yang positif ke dalam bisnis dan bukannya sebagai bentuk pembatasan untuk meningkatkan kinerja atau performa yang ada dalam perusahaan. Lalu bagaimana proses yang paling tepat untuk melakukan proses sosialisasi yang dimaksudkan tersebut. Proses sosialisasi sebaiknya menggunakan suatu teknik komunikasi yang menggunakan pendekatan dari sisi identitas kematangan individu karyawan itu sendiri. Karyawan sebaiknya dibuat melihat bahwa peraturan perusahaan lebih memberikan konsep keadilan bukan untuk pembatasan. Artinya melihat bahwa peraturan memberikan efek untuk memberikan nilai reward dan punishment yang tepat. Proses sosialisasi juga harus melihat budaya perusahaan dalam mengelola suatu bentuk proses. Lakukan identifikasi dan teknis yang tepat se...

Arsitektur Human Resources dalam Perusahaan

Dalam mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan, adalah menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mampu menyeimbangkan antara tingkatan nilai yang dapat dicapai oleh SDM terkait dengan nilai yang diharapkan oleh perusahaan.  Semakin tinggi nilai yang menjadi kontribusi dari perusahaan, maka semakin tinggi nilai yang dimiliki oleh SDM tersebut. Sebaliknya, ketika nilai yang diberikan sebagai bentuk kontribusi terhadap perusahaan adalah rendah maka nilai yang dimiliki oleh SDM tersebut adalah rendah. Variabel lainnya yang menjadi pertimbangkan dalam proses penetapan terkait dengan keunikan SDM tersebut dalam perusahaan.  Semakin tinggi nilai keunikan yang dimiliki, menunjukkan bahwa posisi karyawan tersebut adalah khas dan penting dalam organisasi. Lalu bagaimana pola klasifikasi ditetapkan terkait dengan pengelompokan SDM tersebut. (1) Kelompok Pertama: Pekerja Kontrak Secara prinsip pekerja kontrak adalah type pekerja yang memiliki keunikan rendah dan kontribusi...