Langsung ke konten utama

Pengembangan Peranan Supervisor terkait dengan Pengembangan SOP

Dalam proses pelaksanaan SOP (Standard Operating Procedure), adalah menjadi suatu tahapan proses yang perlu untuk dijalankan dengan konsisten dan tepat guna. Namun banyak yang dilupakan oleh perusahaan, bahwa fungsi pengendalian terhadap tahapan implementasi adalah suatu proses yang penting untuk dapat memastikan bahwa Standard Operating Procedure yang dimaksud dijalankan.

Fungsi pengembangan level supervisor adalah suatu bagian yang tidak dapat dilepas dari proses aplikasi proses implementasi SOP.  Adapun pemahaman-pemahaman yang harus diperhatikan terkait dengan proses pengembangan supervisor adalah sebagai berikut.

(1) Fungsi Supervisor sebagai perencana lokal
Sebagai bagian dari perencanaan lokal yang mana melakukan proses perencanaan sederhana dan program kerja.  Dalam kegiatan ini, supervisor harus dapat menjalankan fungsi analisis data terhadap output-output proses yang berupa suatu program pemrosesan data.

(2) Fungsi Pengembangan Sistem
Proses pengembangan sistem membutuhkan suatu proses yang berasal dari suatu pengamatan terhadap proses yang kemudian dilakukan pemecahan terhadap sistem yang ada.  Kebutuhan untuk pengembangan baseline SOP yang kuat dapat menjadi bagian tentang bagaimana suatu proses tersebut dijalankan.

(3) Fungsi Evaluasi Sistem
Supervisor melakukan proses evaluasi terhadap hasil pencapaian dari data-data program dan sistem yang ada.  Dari proses evaluasi ini, supervisor diminta untuk dapat melakukan pemecahan masalah dan pengembangan sistem selanjutnya.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan fungsi supervisor.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengoptimalkan fungsi supervisor Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerapan Efisiensi dalam Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

 Pengembangan manajemen SDM di dalam perusahaan saat ini dihadapkan pada aspek kompetisi yang semakin kuat. Nilai kompetitif dalam perusahaan yang selalu menjadi pertimbangan adalah permasalah biaya dari SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri.  Dimana pertumbuhan dari biaya SDM yang semakin lama semakin rumit dan tidak kadangkala tidak mengakomodasi pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam perusahaan. Peranan dari manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri menjadi sangat strategis untuk dapat mengoptimalkan nilai perusahaan untuk mendapatkan aspek skala kompetitif yang lebih baik dibandingkan dengan bisnis sejenis lainnya. Lalu bagaimana strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai kompetisi melalui strategi efisiensi yang tepat. (1) Mengoptimalkan SDM dalam Fleksibilitas Bisnis Bisnis yang muncul saat ini dan dapat berkembang adalah bisnis yang fleksible.  Penanganan atas pasar dan produk k...

Transformasi Sistem Manajemen SDM dalam Perusahaan

Dalam banyak perusahaan, peranan Departemen SDM (Sumber Daya Manusia) adalah menjadi sangat terbatas dalam peranan administrasi dan lebih mengarah kepada fungsi strategis.  Bagaimana manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam beberapa konteks organisasi dapat memastikan pengendalian atas nilai produktifitas maupun atas budaya perusahaan yang dipersyaratkan oleh manajemen. Program transformasi adalah penting untuk dapat dikembangkan dalam beberapa perusahaan dengan tujuan untuk dapat memiliki SDM dengan nilai yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Beberapa strategi dapat dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai SDM. (1) Strategi Mengubah Pekerja menjadi Business Owner Perusahaan dapat mengembangkan program penetapan strategi penilaian kinerja yang terencana dan sistematis untuk mengubah pola pikir dari suatu pekerjaan rutin menjadi wacana inovatif untuk mencapai target dan sasaran kerja perusahaan. Tantangan yang diberikan perusahaan dapat dipergunakan untuk...

5 Langkah Strategis Dalam Memperkuat Penilaian Kinerja Perusahaan Melalui ISO 9001:2015

 Dalam proses penyusunan penilaian karyawan, banyak perusahaan mendapati bahwa penilaian karyawan yang dilakukan tidak dapat secara maksmial mendukung produktiftas bahkan secara profit juga tidak mendukung. Untuk dapat lebih memaksimalkan penilaian perusahaan, perusahaan dapat lebih strategis yang terkait dengan status kebutuhan da ketetapan produktifitas.  Prinsip pendekatan ISO 9001:2015 dapat dipergunakan oleh perusahaan sebagai panduan untuk menetapakan penilaian kinerja perusahaan.  Tidak sedikit perusahaan yang telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 namun tidak memahami bagaimana mengaplikasikan pengukuran kinerja perusahaan melalui program ISO 9001:2015.  Berikut ini adalah beberapa tahapan yang perusahaan dapat jalankan terkait dengan penerapan ISO 9001:2015. Berikut adalah tahapan dalam penyusunan sistem manajemen kinerja yang dimaksud (1) Mengidentifikasi Parameter Kebutuhan Dalam Penilaian Proses identifikasi dilakukan dengan melakukan proses evaluasi at...