Langsung ke konten utama

Pengembangan Job Description

Banyak perusahaan, ketika melihat bagaimana pentingnya menyusun job description lebih memilih untuk tidak mengembangkan job description.  Beberapa masalah yang menjadi pertimbangan adalah perusahaan takut apabila job description tersebut dijalankan maka karyawan akan kehilangan batasan mereka untuk bekerja dalam ruang lingkup yang luas atau general.

Secara gamblang, perusahaan takut apabila karyawan tidak dapat bekerja secara multi task.  Hal ini adalah asumsi yang salah, karena dalam penerapannya job description bukanlah pembatas terhadap ruang lingkup pekerjaan karyawan namun lebih memperjelas fungsi dari karyawan yang dimaksud.

Penerapan konsep multitask dalam sebuah jabatan dapat dijalankan dengan pemahaman yang penting seperti berikut:

(a) Tidak terdapat tumpang tindihnya tanggung jawab
Beberapa pekerjaan, seperti yang termuat dalam ruang lingkup Finance Accounting adalah penting untuk memastikan bahwa ruang lingkup yang dimaksudkan tidak tumpang tindih, fungsi pembuat, pemeriksa dan persetujuan tidak dapat dicampuradukkan. 

(b) Mengukur waktu dan beban kerja
Ketika berbicara pada konsep multitask, hal yang sangat penting adalah memastikan bahwa waktu kerja dan beban kerja tersebut tidak berlebihan.  Kondisi yang berlebihan akan menyebabkan proses pekerjaan tersebut tidak maksimal dan cenderung akan mempertinggi masalah yang muncul.

Adalah menjadi penting bagi perusahaan untuk mengembangkan perusahaan dengan konsep yang efektif dan efisien, namun apabila tidak ditunjang dengan pemahaman fungsi dan tanggung jawab yang jelas pada karyawan akan menyebabkan kemunculan konflik dan tingginya kesalahan manusia dalam bekerja. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerapan Efisiensi dalam Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

 Pengembangan manajemen SDM di dalam perusahaan saat ini dihadapkan pada aspek kompetisi yang semakin kuat. Nilai kompetitif dalam perusahaan yang selalu menjadi pertimbangan adalah permasalah biaya dari SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri.  Dimana pertumbuhan dari biaya SDM yang semakin lama semakin rumit dan tidak kadangkala tidak mengakomodasi pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam perusahaan. Peranan dari manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri menjadi sangat strategis untuk dapat mengoptimalkan nilai perusahaan untuk mendapatkan aspek skala kompetitif yang lebih baik dibandingkan dengan bisnis sejenis lainnya. Lalu bagaimana strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai kompetisi melalui strategi efisiensi yang tepat. (1) Mengoptimalkan SDM dalam Fleksibilitas Bisnis Bisnis yang muncul saat ini dan dapat berkembang adalah bisnis yang fleksible.  Penanganan atas pasar dan produk k...

Transformasi Sistem Manajemen SDM dalam Perusahaan

Dalam banyak perusahaan, peranan Departemen SDM (Sumber Daya Manusia) adalah menjadi sangat terbatas dalam peranan administrasi dan lebih mengarah kepada fungsi strategis.  Bagaimana manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam beberapa konteks organisasi dapat memastikan pengendalian atas nilai produktifitas maupun atas budaya perusahaan yang dipersyaratkan oleh manajemen. Program transformasi adalah penting untuk dapat dikembangkan dalam beberapa perusahaan dengan tujuan untuk dapat memiliki SDM dengan nilai yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Beberapa strategi dapat dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai SDM. (1) Strategi Mengubah Pekerja menjadi Business Owner Perusahaan dapat mengembangkan program penetapan strategi penilaian kinerja yang terencana dan sistematis untuk mengubah pola pikir dari suatu pekerjaan rutin menjadi wacana inovatif untuk mencapai target dan sasaran kerja perusahaan. Tantangan yang diberikan perusahaan dapat dipergunakan untuk...

5 Langkah Strategis Dalam Memperkuat Penilaian Kinerja Perusahaan Melalui ISO 9001:2015

 Dalam proses penyusunan penilaian karyawan, banyak perusahaan mendapati bahwa penilaian karyawan yang dilakukan tidak dapat secara maksmial mendukung produktiftas bahkan secara profit juga tidak mendukung. Untuk dapat lebih memaksimalkan penilaian perusahaan, perusahaan dapat lebih strategis yang terkait dengan status kebutuhan da ketetapan produktifitas.  Prinsip pendekatan ISO 9001:2015 dapat dipergunakan oleh perusahaan sebagai panduan untuk menetapakan penilaian kinerja perusahaan.  Tidak sedikit perusahaan yang telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 namun tidak memahami bagaimana mengaplikasikan pengukuran kinerja perusahaan melalui program ISO 9001:2015.  Berikut ini adalah beberapa tahapan yang perusahaan dapat jalankan terkait dengan penerapan ISO 9001:2015. Berikut adalah tahapan dalam penyusunan sistem manajemen kinerja yang dimaksud (1) Mengidentifikasi Parameter Kebutuhan Dalam Penilaian Proses identifikasi dilakukan dengan melakukan proses evaluasi at...