Langsung ke konten utama

Proses Membuat Alat Seleksi Internal

Bagaimana cara perusahaan Anda, melakukan kegiatan rekruitmen atau menjalankan kegiatan seleksi karyawan?  Apakah dengan proses seleksi internal interview, tanpa alat penguji khusus atau dengan bantuan dari pihak eksternal.

Setiap strategis yang dibuat berkaitan dengan proses seleksi, menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan ketika suatu organisasi atau perusahaan menjalankan proses seleksi.  Namun hal yang sangat penting untuk kemudian dipertanyakan adalah apakah alat ukur yang digunakan sudah cukup spesifik pada salah satu pengukuran terpenting kompetensi yang ada dalam perusahaan.

Setiap perusahaan memiliki nilai yang berbeda dalam penetapan prioritas kompetensi yang akan dikedepankan, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan itu sendiri apabila mengembangkan suatu alat ukur spesifik yang lebih applicable digunakan oleh perusahaan.

Apakah sulit membuat alat ukur kompetensi? Pembuatan alat ukur sendiri melalui beberapa tahapan.

(1) Tahap 1: Proses identifikasi kompetensi
Dalam tahapan ini, pembuat alat ukur melakukan penelitian awal yang bersifat kualitatif, interview atau Focus Group Discussion untuk melihat aspek-aspek kompetensi apa yang perlu dikembangkan dalam perusahaan.  Bagaimana perusahaan memprioritaskan kompetensi yang dimaksudkan tersebut, untuk kemudian dilakukan proses penetapan gambaran yang berhubungan dengan kompetensi itu sendiri.

(2) Tahap 2: Menyusun item pada alat ukur
Pembuat alat ukur kemudian mendeskripsikan aspek kompetensi ke dalam bentuk suatu satuan alat ukur yang kemudian diuji cobakan untuk melihat validitas dari alat ukur yang dimaksudkan itu sendiri.

(3) Tahap 3: proses seleksi item
Menjalankan suatu metode psikometrik untuk melihat apakah item yang dibentuk dapat mencerminkan aspek kompetensi yang dipersyaratkan.  Dalam proses ini, akan dihasilkan alat ukur final yang akan dipergunakan sebagai alat ukur.

(4) Tahap 4: pembuatan norma
Lakukan proses penetapan standarisasi dengan melakukan uji coba pada kelompok referensi untuk mendapatkan standar normatif.  Standar normatif ini nanti digunakan untuk proses pendefinisian kelas/ kelompok.

(5) Tahap 5: penyusunan kamus
Membuat kamus yang mendefinisikan arti dari kelas/ kelompok sampel norma yang dimaksudkan itu sendiri.

Bagaimana? Apakah proses ini dapat dijalankan di perusahaan Anda? Kepemilikan alat ukur internal dapat dibarengi dalam bentuk on line testing process untuk dapat memastikan bahwa proses aplikasi pengembangan persyaratan ini sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerapan Efisiensi dalam Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

 Pengembangan manajemen SDM di dalam perusahaan saat ini dihadapkan pada aspek kompetisi yang semakin kuat. Nilai kompetitif dalam perusahaan yang selalu menjadi pertimbangan adalah permasalah biaya dari SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri.  Dimana pertumbuhan dari biaya SDM yang semakin lama semakin rumit dan tidak kadangkala tidak mengakomodasi pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam perusahaan. Peranan dari manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri menjadi sangat strategis untuk dapat mengoptimalkan nilai perusahaan untuk mendapatkan aspek skala kompetitif yang lebih baik dibandingkan dengan bisnis sejenis lainnya. Lalu bagaimana strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai kompetisi melalui strategi efisiensi yang tepat. (1) Mengoptimalkan SDM dalam Fleksibilitas Bisnis Bisnis yang muncul saat ini dan dapat berkembang adalah bisnis yang fleksible.  Penanganan atas pasar dan produk k...

Transformasi Sistem Manajemen SDM dalam Perusahaan

Dalam banyak perusahaan, peranan Departemen SDM (Sumber Daya Manusia) adalah menjadi sangat terbatas dalam peranan administrasi dan lebih mengarah kepada fungsi strategis.  Bagaimana manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam beberapa konteks organisasi dapat memastikan pengendalian atas nilai produktifitas maupun atas budaya perusahaan yang dipersyaratkan oleh manajemen. Program transformasi adalah penting untuk dapat dikembangkan dalam beberapa perusahaan dengan tujuan untuk dapat memiliki SDM dengan nilai yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Beberapa strategi dapat dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai SDM. (1) Strategi Mengubah Pekerja menjadi Business Owner Perusahaan dapat mengembangkan program penetapan strategi penilaian kinerja yang terencana dan sistematis untuk mengubah pola pikir dari suatu pekerjaan rutin menjadi wacana inovatif untuk mencapai target dan sasaran kerja perusahaan. Tantangan yang diberikan perusahaan dapat dipergunakan untuk...

5 Langkah Strategis Dalam Memperkuat Penilaian Kinerja Perusahaan Melalui ISO 9001:2015

 Dalam proses penyusunan penilaian karyawan, banyak perusahaan mendapati bahwa penilaian karyawan yang dilakukan tidak dapat secara maksmial mendukung produktiftas bahkan secara profit juga tidak mendukung. Untuk dapat lebih memaksimalkan penilaian perusahaan, perusahaan dapat lebih strategis yang terkait dengan status kebutuhan da ketetapan produktifitas.  Prinsip pendekatan ISO 9001:2015 dapat dipergunakan oleh perusahaan sebagai panduan untuk menetapakan penilaian kinerja perusahaan.  Tidak sedikit perusahaan yang telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 namun tidak memahami bagaimana mengaplikasikan pengukuran kinerja perusahaan melalui program ISO 9001:2015.  Berikut ini adalah beberapa tahapan yang perusahaan dapat jalankan terkait dengan penerapan ISO 9001:2015. Berikut adalah tahapan dalam penyusunan sistem manajemen kinerja yang dimaksud (1) Mengidentifikasi Parameter Kebutuhan Dalam Penilaian Proses identifikasi dilakukan dengan melakukan proses evaluasi at...