Langsung ke konten utama

Sistem Mutasi: Menjaga dan Mengelola Kompetensi Karyawan?

Salah satu perusahaan menerapkan proses mutasi internal yang secara periodik dijalankan dalam perusahaan. Salah satu faktor utama yang dipakai sebagai alasan mengapa proses ini dijalankan adalah untuk mengurangi tingkat kejenuhan yang muncul pada diri karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Namun ada salah satu hal menarik yang sebaiknya juga digunakan oleh perusahaan lainnya sebagai pertimbangan untuk dijalankan.

Kelebihan dari proses mutasi dan rotasi ini menyebabkan setiap karyawan mau tidak mau menghargai pekerjaan dari bidang atau unit kerja lainnya. Artinya karyawan tersebut tidak menempatkan dirinya ke dalam posisi superior. Setiap karyawan dapat memahami karakteristik dari pekerjaan yang dijalankan oleh bidang lainnya dan mulai dari nol untuk memahami bagaimana proses tersebut dijalankan. Teori tentang eksklusifitas dari job specification dapat berkembang dan menyebabkan setiap individu yang ada dalam perusahaan tersebut menjadi kaya secara kompetensi.
Konsep pengembangan internal perusahaan pun dapat diperkirakan menjadi cepat disebabkan karena strategi dapat berkembang dan dinilai secara obyektif. Konsep konflik dengan menyembunyikan banyak hal sebagai langkah strategi menjadi hilang ke dalam bentuk transparansi dan kinerja tim secara utuh.

Adalah menjadi suatu hal yang sangat menarik apabila suatu perusahaan dapat menjalankan program mutasi dan rotasi dengan tepat. Namun memang membutuhkan adanya pertimbangan terhadap posisi-posisi yang selain strategis juga memiliki persyaratan kualifikasi yang ketat dalam arti kata tidak sembarang orang dapat menduduki posisi atau fungsi pekerjaan tersebut. Mulailah mempertimbangkan konsep ini sebagai salah satu strategi pengembangan kompetensi karyawan dalam perusahaan Anda.(amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengembangan Jalur Vertikal dan Horizontal

Bagaimana proses aplikasi dari pengembangan karir seseorang dijalankan dalam suatu jabatan yang sangat bersifat spesialistik. Proses pengembangan terhadap aplikasi karir itu sendiri dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan secara vertikal dan horizontal. Penetapan pengembangan status aplikasi horizontal juga akan meliputi konsep pengembangan karir ke arah manajerial dengan menambah ruang lingkup spesialistik yang ada menjadi ruang lingkup pengembangan kompetensi yang lebih luas dalam memahami bidang lainnya. Lalu bagaimana proses konsep pengembangan karir secara vertikal dan horizontal tersebut dijalankan. (1) Jalur karir vertikal Dijalankan dengan meningkatkan fungsi spesialistik dari individu yang ada, kondisi peningkatan jalur vertikal ini hanya dapat muncul apabila konsep pengembangan dari posisi dalam organisasi adalah menduduki konsep strategi fungsional, dimana aspek pengembangan dari komponen organisasi yang dijalankan lebih mendalam ke dalam peningkatan skill indiv...

Teknik Mengkomunikasikan Peraturan Perusahaan yang Tepat

Banyak perusahaan mengalami permasalahan mengenai proses mengkomunikasikan suatu peraturan kepada karyawannya. Masalah yang timbul bisa berasal dari sulitnya untuk membuat karyawan paham mengenai esensi peraturan untuk peningkatan nilai yang positif ke dalam bisnis dan bukannya sebagai bentuk pembatasan untuk meningkatkan kinerja atau performa yang ada dalam perusahaan. Lalu bagaimana proses yang paling tepat untuk melakukan proses sosialisasi yang dimaksudkan tersebut. Proses sosialisasi sebaiknya menggunakan suatu teknik komunikasi yang menggunakan pendekatan dari sisi identitas kematangan individu karyawan itu sendiri. Karyawan sebaiknya dibuat melihat bahwa peraturan perusahaan lebih memberikan konsep keadilan bukan untuk pembatasan. Artinya melihat bahwa peraturan memberikan efek untuk memberikan nilai reward dan punishment yang tepat. Proses sosialisasi juga harus melihat budaya perusahaan dalam mengelola suatu bentuk proses. Lakukan identifikasi dan teknis yang tepat se...

Arsitektur Human Resources dalam Perusahaan

Dalam mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan, adalah menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mampu menyeimbangkan antara tingkatan nilai yang dapat dicapai oleh SDM terkait dengan nilai yang diharapkan oleh perusahaan.  Semakin tinggi nilai yang menjadi kontribusi dari perusahaan, maka semakin tinggi nilai yang dimiliki oleh SDM tersebut. Sebaliknya, ketika nilai yang diberikan sebagai bentuk kontribusi terhadap perusahaan adalah rendah maka nilai yang dimiliki oleh SDM tersebut adalah rendah. Variabel lainnya yang menjadi pertimbangkan dalam proses penetapan terkait dengan keunikan SDM tersebut dalam perusahaan.  Semakin tinggi nilai keunikan yang dimiliki, menunjukkan bahwa posisi karyawan tersebut adalah khas dan penting dalam organisasi. Lalu bagaimana pola klasifikasi ditetapkan terkait dengan pengelompokan SDM tersebut. (1) Kelompok Pertama: Pekerja Kontrak Secara prinsip pekerja kontrak adalah type pekerja yang memiliki keunikan rendah dan kontribusi...