Langsung ke konten utama

Pengembangan Fungsi Manajerial yang Tepat dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dan permasalahan yang terkait dengan pengembangan fungsi manajerial dalam perusahaannya. Dari beberapa faktor penyebab yang ada, salah satu faktor yang penting adalah adanya pemahaman yang salah dalam identifikasi dari posisi pengembangan manajerial dalam perusahaan itu sendiri. Dimana perusahaan hanya menempatkan posisi manajer sebagai leader sistematis untuk pelaporan tanpa adanya penetapan unsur pengembangan dari fungsi manajerial itu sendiri itu sendiri sebagai pengelola unit bisnis/ unit usaha.

Lalu bagaimana proses yang tepat untuk dapat mengembangkan dan mengoptimalkan fungsi manajerial yang ada dalam perusahaan.

Langkah pertama: penetapan business unit pada satuan divisi atau unit kerja yang ada dalam status operasional perusahaan

Penetapan business unit ini mengacu bahwa salah satu fungsi utama dari manajer adalah pengelola satuan bisnis unit terkecil yang ada dalam perusahaan. Sehingga program pengembangan unit keuangan, sumber daya manusia dan perencanaan dalam pencapaian target harus ditetapkan secara tepat sehingga fungsi kinerja yang ada dalam perusahaan tersebut dapat secara terus-menerus berkembang.

Langkah kedua: program dan pengembangan evaluasi dari manajemen operasional yang ada dalam perusahaan itu sendiri

Bagaimana program kerja dijalankan dan dievaluasi serta pelaporan pertanggung jawaban adalah menjadi hal yang mutlak. Target kerja merupakan pecahan dari target kerja perusahaan yang kemudian dipecah ke dalam bentuk target pekerjaan per manajer yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Program pengembangan dan evaluasi ini menjadi poin untuk nilai KPI (Key Performance Indicator) yang ada dalam perusahaan.
Selain itu tentu saja manajer membutuhkan aspek kemampuan dalam pengelolaan dalam perusahaan. Dimana program pengembangan pengelolaan ini juga dibarengi dengan aspek serta konsep kepemimpinan yang tepat dalam perusahaan. Sudahkan Anda mengembangkan fungsi manajerial dalam perusahaan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerapan Efisiensi dalam Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

 Pengembangan manajemen SDM di dalam perusahaan saat ini dihadapkan pada aspek kompetisi yang semakin kuat. Nilai kompetitif dalam perusahaan yang selalu menjadi pertimbangan adalah permasalah biaya dari SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri.  Dimana pertumbuhan dari biaya SDM yang semakin lama semakin rumit dan tidak kadangkala tidak mengakomodasi pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam perusahaan. Peranan dari manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri menjadi sangat strategis untuk dapat mengoptimalkan nilai perusahaan untuk mendapatkan aspek skala kompetitif yang lebih baik dibandingkan dengan bisnis sejenis lainnya. Lalu bagaimana strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai kompetisi melalui strategi efisiensi yang tepat. (1) Mengoptimalkan SDM dalam Fleksibilitas Bisnis Bisnis yang muncul saat ini dan dapat berkembang adalah bisnis yang fleksible.  Penanganan atas pasar dan produk k...

Transformasi Sistem Manajemen SDM dalam Perusahaan

Dalam banyak perusahaan, peranan Departemen SDM (Sumber Daya Manusia) adalah menjadi sangat terbatas dalam peranan administrasi dan lebih mengarah kepada fungsi strategis.  Bagaimana manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam beberapa konteks organisasi dapat memastikan pengendalian atas nilai produktifitas maupun atas budaya perusahaan yang dipersyaratkan oleh manajemen. Program transformasi adalah penting untuk dapat dikembangkan dalam beberapa perusahaan dengan tujuan untuk dapat memiliki SDM dengan nilai yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Beberapa strategi dapat dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai SDM. (1) Strategi Mengubah Pekerja menjadi Business Owner Perusahaan dapat mengembangkan program penetapan strategi penilaian kinerja yang terencana dan sistematis untuk mengubah pola pikir dari suatu pekerjaan rutin menjadi wacana inovatif untuk mencapai target dan sasaran kerja perusahaan. Tantangan yang diberikan perusahaan dapat dipergunakan untuk...

5 Langkah Strategis Dalam Memperkuat Penilaian Kinerja Perusahaan Melalui ISO 9001:2015

 Dalam proses penyusunan penilaian karyawan, banyak perusahaan mendapati bahwa penilaian karyawan yang dilakukan tidak dapat secara maksmial mendukung produktiftas bahkan secara profit juga tidak mendukung. Untuk dapat lebih memaksimalkan penilaian perusahaan, perusahaan dapat lebih strategis yang terkait dengan status kebutuhan da ketetapan produktifitas.  Prinsip pendekatan ISO 9001:2015 dapat dipergunakan oleh perusahaan sebagai panduan untuk menetapakan penilaian kinerja perusahaan.  Tidak sedikit perusahaan yang telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 namun tidak memahami bagaimana mengaplikasikan pengukuran kinerja perusahaan melalui program ISO 9001:2015.  Berikut ini adalah beberapa tahapan yang perusahaan dapat jalankan terkait dengan penerapan ISO 9001:2015. Berikut adalah tahapan dalam penyusunan sistem manajemen kinerja yang dimaksud (1) Mengidentifikasi Parameter Kebutuhan Dalam Penilaian Proses identifikasi dilakukan dengan melakukan proses evaluasi at...